First, as root, install 915resolution with the following command:
apt-get install 915resolution
Now you will need to configure the settings to match your monitor's native resolution. Edit the file /etc/default/915resolution with your favourite editor. You can use this line below to launch the editor:
gedit /etc/default/915resolution
Change the contents of this file to match below, changing the XRESO and YRESO to match your display's resolution:
mode=3c
XRESO=1280
YRESO=800
BIT=32
Reboot your system and you should now be able to use the resolution
you entered.
Tutorial
Jumat, 04 Januari 2008
Minggu, 30 Desember 2007
Otomasi Instalasi Sistem Operasi Lewat Jaringan
Banyak diantara kita yang masih melakukan penginstalan sistem operasi secara manual, baik lewat CD, Floppy, harddisk, dll. Teknisi harus mendatangi secara fisik ke lokasi komputernya dan menginstalnya disana. Cara ini dikenal sebagai ‘Sneaker-Net’.
Kalau kita hanya mengelola komputer kurang dari 5 cara ‘Sneaker-Net’ masih bisa dilakukan. Bila jumlah komputernya cukup banyak, misalnya di pusat data (data center), perkantoran, perguruan tinggi, dll maka akan membutuhkan banyak sekali waktu dan tenaga hanya untuk menginstal sistem operasinya dan karena penginstalannya dilakukan secara manual, teknisi harus mengetik data-data yang diminta pada waktu menginstal. Dengan cara pemasukan data secara manual ini, bila teknisi diharuskan menginstal 10 komputer atau lebih (berulang-ulang 10 kali), maka akan cenderung untuk melakukan kesalahan.
Otomasi instalasi sistem operasi lewat jaringan akan sangat menghemat waktu dan mengurangi tingkat kesalahan. Data-data yang harus dimasukkan pada waktu menginstal sudah dipersiapkan sebelumnya dan disimpan di server. Instalasi dapat dilakukan berulang-ulang dan hasilnya akan sama (konsisten).
Dokumen ini tidak dibatasi hanya untuk satu jenis sistem operasi saja tetapi terbuka untuk mengakomodasi lebih dari satu sistem operasi. Di dokumen ini akan dibahas otomasi instalasi sistem operasi untuk: Fedora Core 4, Red Hat Enterprise Linux (RHEL) Enterprise Server (ES) 4, SUSE Linux Profesional 9.3, SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 9 dan Solaris 10. Sistem operasi yang lain bisa ditambahkan kemudian bila diperlukan.
Biasanya kita memerlukan satu server (kickstart, autoyast, atau jumpstart) untuk menginstal satu jenis sistem operasi. Bila kita ingin mempunyai server kickstart, autoyast dan jumpstart berarti harus mempunyai 3 (tiga) server. Dalam dokumen ini server-server itu akan dikonsolidasikan menjadi satu. Jadi dari satu fisik server bisa menginstal lebih dari satu sistem operasi. Secara ekonomi akan menghemat biaya untuk pembelian perangkat keras untuk server.
Topik yang ditekankan dalam dokumen ini adalah OTOMASI dan KONSOLIDASI SERVER.
Download lengkap Disini
Kalau kita hanya mengelola komputer kurang dari 5 cara ‘Sneaker-Net’ masih bisa dilakukan. Bila jumlah komputernya cukup banyak, misalnya di pusat data (data center), perkantoran, perguruan tinggi, dll maka akan membutuhkan banyak sekali waktu dan tenaga hanya untuk menginstal sistem operasinya dan karena penginstalannya dilakukan secara manual, teknisi harus mengetik data-data yang diminta pada waktu menginstal. Dengan cara pemasukan data secara manual ini, bila teknisi diharuskan menginstal 10 komputer atau lebih (berulang-ulang 10 kali), maka akan cenderung untuk melakukan kesalahan.
Otomasi instalasi sistem operasi lewat jaringan akan sangat menghemat waktu dan mengurangi tingkat kesalahan. Data-data yang harus dimasukkan pada waktu menginstal sudah dipersiapkan sebelumnya dan disimpan di server. Instalasi dapat dilakukan berulang-ulang dan hasilnya akan sama (konsisten).
Dokumen ini tidak dibatasi hanya untuk satu jenis sistem operasi saja tetapi terbuka untuk mengakomodasi lebih dari satu sistem operasi. Di dokumen ini akan dibahas otomasi instalasi sistem operasi untuk: Fedora Core 4, Red Hat Enterprise Linux (RHEL) Enterprise Server (ES) 4, SUSE Linux Profesional 9.3, SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 9 dan Solaris 10. Sistem operasi yang lain bisa ditambahkan kemudian bila diperlukan.
Biasanya kita memerlukan satu server (kickstart, autoyast, atau jumpstart) untuk menginstal satu jenis sistem operasi. Bila kita ingin mempunyai server kickstart, autoyast dan jumpstart berarti harus mempunyai 3 (tiga) server. Dalam dokumen ini server-server itu akan dikonsolidasikan menjadi satu. Jadi dari satu fisik server bisa menginstal lebih dari satu sistem operasi. Secara ekonomi akan menghemat biaya untuk pembelian perangkat keras untuk server.
Topik yang ditekankan dalam dokumen ini adalah OTOMASI dan KONSOLIDASI SERVER.
Download lengkap Disini
Selasa, 25 Desember 2007
Proxy Server Ubuntu #1
Panduan ini akan terdiri dari beberapa bagian :
1. Setup manual proxy
2. Setup transparent proxy
3. Firewalling
Uji coba dilakukan dengan mesin P3 600, RAM 128 MB dan distro Ubuntu Server 7.04. Jika uji coba ini diterapkan secara real dengan user yang cukup besar akan lebih baik jika hardware menggunakan spek yang lebih tinggi.
Asumsi :
eth0 : 10.25.10.250
eth1 : 192.168.0.250
$ sudo vim /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.25.10.250
netmask 255.255.255.0
network 10.25.10.0
broadcast 10.25.10.255
gateway 10.25.10.3
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.0.250
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
Asumsi diatas adalah semua iface menggunakan ip lokal namun jika menggunakan ip publik langsung saja ganti iface eth0 dengan ip publik.
Bagian #1 - Manual Proxy
Instal squid, mulai dari Ubuntu 6.10 Squid 2.5 sudah digantikan dengan Squid 2.6 dan akan ada sedikit perbedaan konfigurasi khususnya pada bagian transparent proxy.
$ sudo apt-get install squid
Lakukan filter terhadap komentar yang ada di squid.conf.
$ sudo cat /etc/squid/squid.conf | sed ‘/ *#/d; /^ *$/d’ >/etc/squid/squid.conf.bak
$ sudo cat /etc/squid/squid.conf.bak > /etc/squid/squid.conf
Konfigurasi squid dengan menambahkan baris yang berhuruf tebal.
$ sudo vim /etc/squid/squid.conf
http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY
acl apache rep_header Server ^Apache
broken_vary_encoding allow apache
access_log /var/log/squid/access.log squid
hosts_file /etc/hosts
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 # https
acl SSL_ports port 563 # snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localhost
acl myLAN src 192.168.0.0/24
http_access allow myLAN
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow all
visible_hostname www.slc.web.id
cache_effective_group proxy
coredump_dir /var/spool/squid
Jika squid sudah di konfigurasi dengan benar, maka jika service squid di restart akan tampak seperti dibawah ini.
$ sudo /etc/init.d/squid restart
* Restarting Squid HTTP proxy squid * Creating squid spool directory structure
2004/08/28 11:04:00| Creating Swap Directories
[ OK ]
Selanjutnya set proxy di browser client ke alamat 192.168.0.250 dengan port 3128, dan lakukan browsing. Kemudian cek log squid, jika terdapat log seperti dibawah ini berarti squid sudah berjalan normal.
$ sudo tail -f /var/log/squid/access.log
1188188452.488 1390 192.168.0.230 TCP_MISS/301 562 GET http://google.com/ - DIRECT/72.14.207.99 text/html
1188188454.549 2042 192.168.0.230 TCP_MISS/302 552 GET http://www.google.com/ - DIRECT/64.233.189.104 text/html
1188188456.078 1515 192.168.0.230 TCP_MISS/200 1684 GET http://www.google.co.id/ - DIRECT/64.233.189.104 text/htm
Dari log diatas dapat dilihat bahwa client dengan ip address 192.168.0.230 sedang mengakses google.com. Sampai disini setup bagian #1 setup manual proxy selesai.
1. Setup manual proxy
2. Setup transparent proxy
3. Firewalling
Uji coba dilakukan dengan mesin P3 600, RAM 128 MB dan distro Ubuntu Server 7.04. Jika uji coba ini diterapkan secara real dengan user yang cukup besar akan lebih baik jika hardware menggunakan spek yang lebih tinggi.
Asumsi :
eth0 : 10.25.10.250
eth1 : 192.168.0.250
$ sudo vim /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.25.10.250
netmask 255.255.255.0
network 10.25.10.0
broadcast 10.25.10.255
gateway 10.25.10.3
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.0.250
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
Asumsi diatas adalah semua iface menggunakan ip lokal namun jika menggunakan ip publik langsung saja ganti iface eth0 dengan ip publik.
Bagian #1 - Manual Proxy
Instal squid, mulai dari Ubuntu 6.10 Squid 2.5 sudah digantikan dengan Squid 2.6 dan akan ada sedikit perbedaan konfigurasi khususnya pada bagian transparent proxy.
$ sudo apt-get install squid
Lakukan filter terhadap komentar yang ada di squid.conf.
$ sudo cat /etc/squid/squid.conf | sed ‘/ *#/d; /^ *$/d’ >/etc/squid/squid.conf.bak
$ sudo cat /etc/squid/squid.conf.bak > /etc/squid/squid.conf
Konfigurasi squid dengan menambahkan baris yang berhuruf tebal.
$ sudo vim /etc/squid/squid.conf
http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY
acl apache rep_header Server ^Apache
broken_vary_encoding allow apache
access_log /var/log/squid/access.log squid
hosts_file /etc/hosts
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 # https
acl SSL_ports port 563 # snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localhost
acl myLAN src 192.168.0.0/24
http_access allow myLAN
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow all
visible_hostname www.slc.web.id
cache_effective_group proxy
coredump_dir /var/spool/squid
Jika squid sudah di konfigurasi dengan benar, maka jika service squid di restart akan tampak seperti dibawah ini.
$ sudo /etc/init.d/squid restart
* Restarting Squid HTTP proxy squid * Creating squid spool directory structure
2004/08/28 11:04:00| Creating Swap Directories
[ OK ]
Selanjutnya set proxy di browser client ke alamat 192.168.0.250 dengan port 3128, dan lakukan browsing. Kemudian cek log squid, jika terdapat log seperti dibawah ini berarti squid sudah berjalan normal.
$ sudo tail -f /var/log/squid/access.log
1188188452.488 1390 192.168.0.230 TCP_MISS/301 562 GET http://google.com/ - DIRECT/72.14.207.99 text/html
1188188454.549 2042 192.168.0.230 TCP_MISS/302 552 GET http://www.google.com/ - DIRECT/64.233.189.104 text/html
1188188456.078 1515 192.168.0.230 TCP_MISS/200 1684 GET http://www.google.co.id/ - DIRECT/64.233.189.104 text/htm
Dari log diatas dapat dilihat bahwa client dengan ip address 192.168.0.230 sedang mengakses google.com. Sampai disini setup bagian #1 setup manual proxy selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)
